Berita Terkini
Stop Penggunaan Styrofoam dengan Biofoam

06 Jan 2022        40
Styrofoam? Siapa yang tak mengenal styrofoam? Dalam keseharian kita pasti sering melihat bahkan menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan kita. Misalnya saja cup mi Instan, makanan cepat saji dan lain sebagainya. Styrofoam selain murah juga mudah dijumpai di pasaran. Namun tahukah anda dibalik kemasan yang murah dan menarik terdapat segudang bahaya yang ditimbulkan?

Bahaya styrofoam ada 2 yaitu pertama pada manusia dapat memicu timbulnya kanker atau karsinogen ini terjadi jika styrofoam dicampurkan dengan makanan atau minuman pada suhu ekstrim yaitu terlalu panas dan terlalu dingan dan baha yang kedua yaitu dampak terhadap lingkungan, susah terdegradasi oleh tanah, butuh waktu 400-500 tahun untuk menguraikan 1 buah styrofoam.

Balitbangtan melalui BB Pascapanen membuat sebuah inovasi dalam mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengganti kemasan berbahaya styrofoam dengan biofoam yang terbuat dari limbah pertanian seprti jerami, ampok jagung, dedak, TKS, ataupun serat lainnya serta dalam berbagai bentuk dan ukuran sesuai kebutuhan.

Biofoam merupakan kemasan yang terbuat dari bahan baku alami yaitu pati dengan tambahan serat untuk memperkuat strukturnya. Dengan demikian produk ini tidak hanya bersifat dapat terurai tetapi juga dapat didaur ulang / dipakai berulang-ulang.

Proses pembuatan biofoam juga tidak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti benzene dan styrene yang telah dikategorikan WHO, EPA, dan IARC sebagai bahan pemicu kanker.

Proses pembuatannya menggunakan teknologi thermopressing, dimana adonan pati, serat serta bahan adiktif lain dicampurkan dengan komposisi tertentu dan selanjutnya ditambahkan cairan hingga mencapai 50%. Adonan selanjutnya dicetak pada suhu 170-180° C selama 2-3 menit. Biofoam ini memiliki kuat tekan dan tarik yang lebih baik dibandingkan styrofoam (31,80 N/mm2 dan 52,64 N/mm2).

Untuk saat ini, tingkat ketahanan terhadap air masih rendah dibandingkan styrofoam, sehingga aplikasinya khusus untuk mengemas produk dengan kadar air rendah.

Link Video Lengkap: https://fb.watch/am2TRkxfar/
      Whatsapp
 
Berita Terbaru

24 Mei 2022       5
 
16 Mei 2022       15
 
10 Mei 2022       14
 
01 Mei 2022       8
 
28 Apr 2022       9
 
22 Apr 2022       21