Berita Terkini
Inilah! Cemilan Lengkap Gizi Untuk Pangan Darurat

23 Sep 2021        97

Snack bars umumnya mengandung zat gizi yang lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, dan serat pangan. Snack bars dibuat di bentuk batangan dan ukurannya kecil utuk alas an praktis dikosumsi dan porsinya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kalori minimal yang di butuhkan oleh konsumen.

Snack bars dapat juga di kosumsi sebagai pangan darurat (emergency foot) dimana camilan ini didistribusikan sebagi bantuan makanan di daerah yang terkena bencana alam atau kelaparan. Selain karena praktis distibusikan snack bars juga mengandunng kalori yang cukup (100-150kkal). Kanduangan serat pangan dan vitamin snack bars juga dapat mempercepat pemulihan tubuh akibat kelaparan dan malagizin pasca-bencana.

Produk snack bars memiliki tekstur medium karna di buat dari biji-bijian utuh (granola,oats,kacan mete,kacang badan, dan lain-lain). Rasa snack bars manis segar di proleh dari sirup jagung,sirup maple,chips,cokelat, dan buah-buahan kering seperti stroberi,blueberi,rapsberi, dan buah lainnya. Ingridien penting lain yang di tambahkan pada formula snack bars adalah zat antiogsidan sehingga produk akhir menjadi snack bars fungsional.

Industri pangan di beberapa negara sudah memproduksi snack bars dengan varian yang beragam serta rasa dan spesifik target konsumen. Berdasarkan salah satu laporan tentang pangan camilan di Amerika seriikat, snack bars, cereal bars, dan nutrition bars digolongkan kedalam kategori utama sebagai berikut: health and wellness snack organic snack dan energy and nutrition bars.

Snack bars dapat dibuat dari bahan selain tepung gandum, oats dan granola, yaitu tepung ubi jalar, tepung kedelai, dan tepung kacang hijau. Laboratorium pengolahan pangan, BB Litbang pascapanen pertanian telah melakukan riset dan pengembangan teknologi snack bars yang dibuat dari bahan pangan lokal. Produk snack bars dari tepung ubi jalar-kedelai-kacang hijau dibuat oleh tahap teknologi proses formulasi dan teknologi fortifikasi.

Sandi Daniardi, Peneliti Balitbangtan menjelaskan “Tahap pertama proses pembuatan snack bars yaitu teknologi proses tepung ubi jalar rendah oligosakarida, teknologi proses tepung kedelai tidak berbau langu, dan teknologi proses tepung kacang hijau tidak berbau langu. Tepung ubi jalar rendah oligosakarida dibuat melalui proses fermetasi bakteri asam laktat. Pengurangan konsentrasi oligosakarida bertujuan untuk menghindari flatulensi/kembung pada konsumen, karena umumnya ubi jalar dapat menyebabkan flatulensi. Tepung kedelai diproses dengan metode perebusan dan pengeringan untuk mengurangi gula, sedangkan tepung kacang hiaju di hasilkan dengan metode perendaman dan pengeringan”.

Formulasi pada ingridien utama dilakukan dengan metode drymik tepung ubi jalar-tepung kacang hijau-tepung kedelai. Persentase masing masing ingredien utama 50%:37,5%:12,5% untuk tepung ubi jalar-tepung kacang hiaju-tepung kedelai secara berurutan. Fotifikasi snack bars dilakukan dengan penambahan mineral dan vitamin berupa fe,zn, dan asam folat. Zat fortifikan ditambahkan keingridien utama kemudian dilakukan drimik. Ingridien lain yang ditambahkan pada formula snack bars ubi jalar adalah maltodekstrim, susu bubuk, sirup sukrosa, magerin, telur, dan buah kering (kismis). Adonan kemudian dicetak dalam bentuk bar (batangan) menggunakan mesin cetak tekan dan kemudian di panggang pada suhu 130C. Produk snack bars ubi jalar kemudian dikemas menggunkan alumunium foil.

Sncak bars ubi jalar merupakan camilan yang lengkap zat gizi, mineral, dan vitamin. Sesuai dengan label informasi nilai gizi, snack bars ubi jalar termasuk camilan berenergi tinngi, sehingga porsi makanan perlu diperhatikan oleh konsumen. Snack bars ubi jalar dapat digunakan sebagai camilan untuk pangan darurat didaerah yang terkena kelaparan dan kurang gizi.

 Sumber: Majalah Trubus

      Whatsapp
 
Berita Terbaru