Berita Terkini
Inovasi Balitbangtan Geliatkan Usaha Sorgum di Bumi Flobamora

08 Sep 2021        27
Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggencarkan program diversifikasi pangan lokal nonberas sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan pangan nasional. Sebagai wujud komitmen tersebut, Kementan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menggelar program Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) bertajuk Pengembangan Model Agroindustri Pangan Lokal Inovatif Berbahan Baku Sorgum Mendukung Ketahanan Pangan dan Peningkatan Nilai Tambah, yang dilaksanakan di Bumi Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Alor)-sebutan untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
NTT dikenal sebagai provinsi pengembangan sorgum karena masyarakatnya telah lama menanam dan mengusahakan sorgum, baik sebagai pangan lokal nonberas maupun sumber pendapatan. “Luas tanam sorgum di NTT terus meningkat dari 2.800 Hektare tahun 2020, menjadi hampir 3.200 Hektare tahun 2021 ini," ujar Yohanes Oktavianus, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT.
Yohanes menambahkan “Tantangan hulu-hilir pengembangan sorgum di NTT antara lain ketersediaan benih unggul, teknologi budidaya, panen dan pascapanen tepat guna, kelembagaan dan permodalan petani, serta jejaring pemasaran”. Dicontohkannya, proses pascapanen masih terkendala dengan terbatasnya ketersediaan mesin perontok dan penyosoh serta pangsa pasar yang masih terbatas karena belum banyak dikenalnya olahan sorgum oleh masyarakat.
Oleh karena itu, Balitbangtan melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT telah menggelar rangkaian program RPIK, berupa kegiatan demonstrasi dan bimbingan teknologi inovatif (bimtek), panen perdana, intervensi konsumsi, dan penandatanganan naskah kerja sama, yang dilaksanakan di Kabupaten Flores Timur dan Kupang pada tanggal 3-6 September 2021.
Panen perdana pada model percontohan budidaya inovatif sorgum unggul Balitbangtan telah dilaksanakan di lahan milik Kelompok Tani Nimun Hena, Desa Nimun Danibao, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur (Flotim). Acara tersebut diikuti demonstrasi teknologi pengolahan nira dari batang sorgum. Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, yang turut hadir pada acara tersebut menyampaikan bahwa tantangan dalam memajukan pertanian di Flotim antara lain penguasaan teknologi dan kelembagaan. “Kegiatan RPIK untuk pengembangan usaha hulu-hilir sorgum yang digelar Balitbangtan ini sangat sejalan dengan upaya penanggulangan stunting dan akan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat di NTT, khususnya Flotim” ujar Agustinus.
Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat akan manfaat kesehatan sorgum, dilakukan juga studi intervensi konsumsi sorgum selama dua bulan ke depan. “Intervensi tersebut akan mendorong minat masyarakat mengkonsumsi (kembali) sorgum sebagai makanan pokok di sini”, tutur Romo Benyamin, Direktur Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Larantuka (Yaspensel). Program RPIK Balitbangtan tersebut dikukuhkan melalui kesepakatan kerja sama antara BB Pascapanen dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Yaspensel, dan Koperasi Produsen Sorgum Likotuden. Untuk memperluas usaha dan jejaring pemasaran sorgum, Balitbangtan juga telah melaksanakan bimtek pengolahan aneka produk sorgum kepada 13 kelompok tani di Kupang, NTT.
“Inovasi Balitbangtan dalam pengembangan sorgum di NTT tidak hanya pada hulunya saja, namun juga sampai ke hilir. Bukan hanya untuk konsumsi sebagai pengganti pangan pokok yang sehat, tapi juga untuk meningkatkan pendapatan petani”, pungkas Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry.
      Whatsapp