Berita Terkini
Di Hari Ulang Tahun, Balitbangtan Jalin Kerjasama dengan PT Pertani (Persero)

26 Agu 2021        18
Bertepatan dengan hari ulang tahun yang ke-47, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melakukan penandatanganan Pra Lisensi dengan PT Pertani (Persero) pada 26 Agustus 2021. Kerjasama ini dalam rangka mengkomersialisasikan inovasi biosilika dari sekam padi yang dimiliki Balitbangtan dan nantinya akan diproduksi oleh PT Pertani (Persero).

Perjanjian kerjasama Pra Lisensi ini ditandatangani oleh Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen), Prayudi Syamsuri dan Direktur Utama PT Pertani (Persero), Maryono serta disaksikan oleh Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan produk biosilika dari sekam padi ini telah diuji cobakan diberbagai daerah dengan hasil yang memuaskan, selain meningkatkan produksi padi, biosilika ini juga bisa menjadikan tanaman lebih kuat dari serangan hama.

Kerjasama antara PT Pertani (Persero) dengan Balitbangtan ini diawali dari banyaknya sekam padi yang dihasilkan oleh belasan Rice Milling Unit (RMU) milik PT Pertani (Persero) yang selama ini menumpuk dan menjadi limbah. Hal ini mendorong Direktur Utama PT Pertani (Persero), Maryono untuk mengubahnya menjadi produk yang bisa dimanfaatkan kembali.

Maryono mengatakan “Sebelumnya kami mengeluarkan uang untuk membuang sekam tersebut, setelah kerjasama ini sekarang kami menghasilkan uang dari sekam tersebut”.

Seperti kita ketahui selama ini sekam padi yang dihasilkan dari sisa penggilingan padi lebih banyak terbuang. Padahal setiap 1 ton sekam padi mengandung silika sekitar 150-200 kg yang bisa mendorong peningkatan nilai ekonomi sekam padi dan bisa menghemat devisa negara dengan pengurangan silika impor.

Maryono menambahkan “Semoga dengan adanya kerjasama ini bisa membuka kerjasama-kerjasama lain antara PT Pertani (Persero) dan Balitbangtan karena banyak sekali inovasi balitbangtan yang dapat mendukung program PT Pertani (Persero) sebagai BUMN bidang pangan seperti pengembangan benih padi hybrida, penanganan masa simpan tepung beras dari menir dan pengembangan Rice Brand Oil” pungkas Maryono.
      Whatsapp