Profil
Sejarah

  580

SEJARAH BERDIRINYA BB-PASCAPANEN

Diawali pada bulan Oktober 2000, muncul gagasan yang dikemukakan oleh Menteri Pertanian saat itu, Bapak Bungaran Saragih bahwa sudah saatnya Departemen Pertanian memiliki institusi penelitian yang menangani bidang pascapanen untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Gagasan tersebut kemudian bergulir dan ditandaklanjuti oleh pucuk pimpinan Badan Litbang Pertanian.

Didasari oleh keinginan yang kuat untuk mendukung pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, maka Badan Litbang Pertanian membentuk Pokja Pascapanen melalui Surat Penugasan Kepala Badan Litbang Pertanian No. Kp.440.010101.39, tanggal 23 Januari 2001 dengan tugas menyiapkan berdirinya institusi litbang pascapanen. Pentingnya Litbang Pascapanen sebenarnya sudah didambakan sejak lama, dan pernah lahir dalam bentuk Proyek Penelitian Pascapanen Pertanian pada tahun 1985-1990.

Dalam setahun kegiatan Pokja, lahir Balai Penelitian Pascapanen Pertanian (Balitpasca) dengan dasar hukum Kepmen No. 76/Kpts/T.210/1/2002 tanggal 29 Januari 2002, sebagai institusi eselon III, dan berdomisili di Jakarta, tepatnya Jl. Ragunan 29A, Pasarminggu, Jakarta Selatan. Tugas pokok yang dibebankan kepada Balitpasca adalah melaksanakan kegiatan penelitian bidang pascapanen pertanian. Balitpasca didukung oleh para peneliti dan tenaga administrasi yang berasal dari beberapa institusí lingkup Badan Litbang Pertanian.

Peningkatan eselon diperoleh Balitpasca di penghujung tahun 2003, dengan ditetapkannya menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB-Pascapanen) melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 623/Kpts/OT.140/12/2003 tanggal 30 Desember 2003, dengan tugas pokok melaksanakan dan merumuskan program penelitian dan pengembangan teknologi pascapanen pertanian.
      Whatsapp